Titrasi Alkalimetri dalam Farmasi | Kimia Farmasi Kuantitatif

 Nama : Ubaydillah Armandana

NIM : G1E121074

Link : https://youtu.be/T-5JpDtPOAI


Komentar

  1. pada jurnal dijelaskan bahwa, titer yang digunakan untuk menentukan kadar ketoprofen adalah dengan menggunakan natrium hidroksida, dan tidak jelaskan mengapa natrium hidroksida tersebut bisa menjadi titer untuk penentuan kadar ketoprofen. dan dari jurnal yang saya baca, Titer yang digunakan pada Alkalimetri adalah NaOH atau KOH. NaOH mempunyai keunggulan dibanding
    KOH dalam harga, NaOH maupun KOH mudah bereaksi dengan CO2 membentuk
    garam karbonat, garam natrium karbonat
    lebih mudah dipisahkan dari NaOH daripada garam kalium karbonat yang sulit dipisahkan dri KOH, hal ini akan mengganggu reaksi yang terjadi. yang jadi pertanyaan saya adalah, bagaimana jika penentuan kadar digunakan Koh? apakah hasil yang didapatkan akan sama apa justru lebih unggul?

    BalasHapus
  2. Berdasarkan jurnal yang saya baca itu jika yang digunakan adalah KOH maka garam natrium karbonat ini aman lebih sulit dipisahkan dari KOH, sehingga hal ini dapat mengganggu reaksi yang terjadi nantinya antara ketoprifen dengan pentitiernya, sifat basa dari karbonat ini akan mengganggu reaksi yang terjadi nantinya, sehingga pelarut air yang digunakan itu harus bebas dari CO2

    BalasHapus
  3. Pada jurnal penyaji penetapan kadar ketoprofen dilakukan secara alkalimetri memperoleh kadar rata-rata 49,75 mg/ tablet, nah didalam jurnal lain penetapan kadar ketoprofen dilakukan secara alkalimetri dan spektrofotometri memperoleh jumlah kadar rata-rata yang berbeda, pertanyaan saya mengapa bisa diperoleh kadar yang berbeda dari kedua metode tersebut sedangkan sampel yang digunakan itu sama?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

UAS IMUNOLOGI DAN SEROLOGI